Jackpot Monopoly

Siapa Jagoanmu Premier League Musim Depan?

www.indomonopoly.com

Bisa dipastikan, Premier League musim depan jadi ajang paling seru di seluruh dunia. Bagaimana tidak, ketimbang ribut membahas Real Madrid, Barcelona, dan Athelico Madrid yang selalu mendominasi di ranah Spanyol, Liga Inggris siap menyajikan pertarungan sengit!

Datang sejumlah pelatih top dunia menjadi pertaruhan yang nyata. Sebut saja Antonio Conte yang akan membesut Chelsea serta Pep Guardiola yang didatangkan dari Bayern Munich untuk menukangi Manchester City.

Dua pelatih top ini bakal bertarung di kancah EPL dengan lawan yang tak bisa dianggap remeh, misalnya Louis van Gaal, Jurgen Klopp, Claudio Ranieri, dan juga Arsene Wenger. Kita tidak akan membicarakan dulu seorang Jose Mourinho yang musim ini dipecat oleh The BLues.

Mari kita bahas satu persatu peluang mereka.

www.indomonopoly.com

1. Antonio Conte
Mantan pemain dan pelatih Juventus ini akan langsung terbang ke London untuk menukangi Chelsea usai menangani timnas Italia di ajang Euro 2016. Antonio Conte memiliki ciri permainan yang penuh seni. Tidak hanya sukses membawa La Vecchia Signora menggondol Scudetto tiga musim berturut-turut, Conte juga membuat Gli Azzurri lolo sbabak kualifikasi Euro 2016 dengan tanpa pernah menelan kekalahan.

Musim depan, Conte akan kembali bertarung di level lokal menangani Chelsea. The Blues yang sudah dipastikan tidak akan berlaga di kompetisi Eropa musim depan sepertinya bakal dimanfaatkan dengan baik oleh pelatih kelahiran 31 Juli 1969 ini. Namun ini adalah perjudian. Berdasarkan pengamatan merdeka.com, gaya kepelatihan Conte lebih banyak bergaya Italia. Itu didukung oleh memang Conte belum pernah merasakan atsmosfer bermain atau melatih tim di kancah Premier League.

Jika melihat komposisi skuad The Blues yang sekarang, tidak ada satu pun pemain yang berdarah Italia. Apabila Conte tidak mau mengubah cara kepelatihannya, minimal dia harus mendatangkan sejumlah pemain Italia, atau pemain yang pernah dan mengenal gaya permainan Liga Italia. Salah seorang yang digadang-gadang bakal diboyong Conte ke Stamford Bridge adalah Radja Nainggolan, sosok pemain AS Roma yang berdarah Belgia-Indonesia. Ini menarik menantikan sepak terjang Conte di Premier League.

www.indomonopoly.com

2. Pep Guardiola
Pria ini dikenal dengan strategi permainan berjuluk 'tiki-taka'. Jurus ini sudah terbukti manjur dilakukan di La Liga, Bundesliga, Piala Eropa, bahkan Piala Dunia sekalipun. Bagaimana dengan Premier League? Belum tentu!

Pep yang memiliki otak genius selalu memutar strategi dengan mengandalkan gaya permainan cantik. Di musim depan adalah perjudian seorang Pep melatih Manchester City. Namun seperti yang sudah-sudah, bakal ada perombakan skuad yang dilakukan oleh mantan pelatih Bayern Munich ini. kabarnya Yaya Toure akan hengkang saat Pep melatih City, pasalnya dua orang tersebut dikabarkan kurang akur. Bisa juga Pep bakal mendatangkan pemain kelas 'Alien' seperti yang sudah pernah dilakukannya.

Nah, di Manchester City, ada nama sekelas Paul Pogba, Gareth Bale, Thiago Alcantara, Thomas Muller, Neymar, bahkan 'Sang Alien Sejati', siapa lagi kalau bukan Lionel Messi. Khusus untuk Neymar, sepertinya ini akan ada angin segar, pasalnya pihak Barcelona merasa keberatan dengan kontrak anyar Neymar yang ingin gaji selangit. Di samping itu, Manchester City bukanlah klub susah yang memikirkan uang. The Citizen adalah salah satu klub kaya di dunia. Uang tak jadi masalah. Ditambah lagi, Neymar memang mengagumi sosok Pep dan dia sendiri mengakui suatu saat ini ingin dilatih oleh mantan pelatih Barcelona tersebut. Inikah kesempatan hengkang Neymar?

Skip tentang Neymar. Kita akan berbicara peluang di Premier League. Sepertinya gelar di musim depan sudah pasti bakal didapat. Apapun itu. Entah juara Premier League, Liga Champions, Piala FA, atau Comunity Shield. Setidaknya ada garansi untuk itu. Bukan tanpa alasan, sepanjang karier kepelatihannya yang dimulai musim 2008/09 lalu, suami Cristina Serra itu tak pernah semusim pun absen memberikan gelar bagi tim asuhannya. Total sudah ada 19 trofi bergengsi yang dipersembahkannya bagi Barca dan Bayern, selama Pep jadi manager.

Ada fakta menarik bahwa dalam 10 laga terakhir Pep melawan wakil Inggris, tim yang dibesutnya kalah 4 kali, 3 kali imbang, dan 3 kali menang. Menarik, bukan? Wajib kita tunggu bagaimana racikan tiki-taka di tanah Inggris.

www.indomonopoly.com

3. Louis Van Gaal
Boleh dikatakan Louis van Gaal di musim ini gagal melatih Manchester United. Pelatih asal Belanda ini hanya mampu membawa Setan Merah berada di kasta kedua. Artinya hanya lepas dari empat besar dan akan berlaga di Europa League. Hingga pekan ini, United bertengger di peringkat lima dengan poun 63. Selisih dua poin dengan peringkat keempat yang ditempati oleh Manchester City.

Van Gaal dinilai kurang mampu mengolah strategi permainan United sehingga terkesan monoton. Serangan United lebih banyak memanfaatkan sayap kiri. Sekali lagi, van Gaal terlalu mengeksploitasi tenaga Rojo dan juga Depay/ Martial. Faktanya, mereka kerap gagal menyelesaikan peluang hingga berbuah gol. Justru, permainan kreatif United didominasi oleh kuatnya lini tengah yang dikawal oleh Sebastian Schweinsteiger, Morgan Schneiderlin, dan Ander Herrera. Tiga pemain ini justru sangat vital menghasilkan peliang untuk United.

Jika The Red Devils ingin berjaya di musim depan, van Gaal harus rela membuang pemain yang kurang produktif dan menggantinya dengan pemain yang kreatif. Sebenarnya sosok Anthony Martial dan marcus Rashford asalah pemain yang tepat untuk digandeng di lini depan. Rashford memiliki insting yang bagus, sementara Martial punya skill yang mumpuni. Bahkan ada yang menyebut bahwa Martial merupakan sosok Hazard-nya United.

Peluang United di Premier League musim depan masih terbuka lebar. Kompetisi Eropa sudah dikantongi, meski belum tentu di UCL atau Europa League. Semua akan ditentukan akhir pekan ini yang menjadi laga terakhir komeptisi Liga Premier.

Van Gaal dikenal sangat kolot pada strategi. Jika memang tidak terdesak, maka dia jarang mengubah formasi. Dia akan cenderung tetap menggunakan taktik tersebut hingga timnya menang. Variasi strategi van Gaal biasanya ditentukan oleh komposisi pemainnya. Bedakan intensitas serangan saat dia menangani timnas Belanda dengan komposisi yang komplit. Banyak bolayang dialirkan langsung ke lini depan, yang kala itu diisi oleh Robin van Persie. Meskipun dia tetap mengandalkan Arjen Robben di sisi kanan yang juga menjadi tumpuan serangan awal.

Racikan baru strategi van Gaal layak dinanti. Siapakah pemain kreatif yang akan di datangkan di bursa transfer musim panas nanti?

www.indomonopoly.com

4. Jurgen Klopp
Dia dikenal sebagai pelatih yang keras. Sekali pemain kurang impresif dalam penampilannya, Klopp akan menandainya dan kurang mempercayai pemain tersebut. Apa mau dikata, itulah Klopp.

Sejak menukangi Liverpool di bulan Oktober 2015 lalu, Klopp membawa trend positif bagi The Reds di kancah liga domestik maupun Eropa. Performa Liverpool membaik dibanding saat ditangani oleh Brendan Rodgers yang telah dipecat sebelumnya. Bahkan di level Eropa, Liverpool sudah sampai di tangga final Europa League. Apabila Klopp mampu menjuarai kompetisi kasta kedua Eropa tersebut, maka secara otomatis Liverpool bisa berlaga di Liga Champions musim depan. Meskipun di akhir kompetisi musim ini James Milner dkk bertengger di peringkat ke-8.

Di musim depan, Klop menjanjikan bakal menuntaskan transfer beberapa pemain baru untuk The Reds. Klopp tidak menyebutkan siapa pemain tersebut, namun setidaknya ada dua pemain kelas dunia yang akan berkostum Liverpool.

Berbicara strategi, Klopp mampu membangun tim yang sudah dalam masa terpuruk kala itu. Bukan perkara mudah menukangi klub yang terombang-ambing, Ini adalah kecerdasan yang dimiliki Klopp dengan skuad yang ada. The Reds menunjukkan permainan yang impresif dengan menunjuk satu pemain yang bisa dijadikan andalan. Dia adalah Coutinho. Di antara semua pemain Lverpool, Countinho memiliki rating tertinggi versi Whoscored.com. Tepat berada di atas James Milner dan Roberto Firminho. Tiga pemain itu terbkti sangat vital dan langganan menjadi starter. Di musim depan tidak akan banyak pemain tengah yang diganti, peremajaan mungkin bisa jadi solusi menarik.

Yang perlu dipoles adalah kualitas lini depan. Jika diperhatikan, The Reds tidak memiliki striker dengan insting 'pembunuh' sejak ditinggal Luis Suarez. Daniel Sturridge hanya mencatat 15 penampilan dan mengemas 8 gol. Benteke 28 penampilan (15 diantaranya diturunkan sebagai pengganti) mengemas hnya 9 gol. Top skor Liverpool saat ini justru dipegang oleh Firminho dengan 10 gol. Ini menandakan bahwa The Reds butuh striker yang maut.

Ada nama Anwar El Ghazi, striker muda berbakat dan menjanjikan. Usianya masih 21 tahun, saat ini dia bermain di Ajax Amsterdam. Skill dribbling yang dimiliki pemain asal Belanda berdarah Maroko ini banyak dilirik oleh tim-tim papan atas Eropa. Selain nama EL Ghazi, Klopp sepertinya tertarik memboyong mantan anak asuhnya di Dortmund, yaitu Robert Lewandowski, yang kini bermain untuk Bayern Munich.

Siapa ya, kira-kira yang bakal diboyong ke Anfield musim depan oleh Klopp?

www.indomonopoly.com

5. Arsene Wenger
Arsenal sudah dipastikan tidak menjuarai Premier League musim ini. Namun itu bukan berarti Arsene Wenger akan tinggal diam. Di musim depan, manager asal Prancis itu sudah menyusun daftar belanja yang akan memperkuat timnya. Salah satu yang harus dilakukan adalah mempertajam lini depan. Olivier Giroud, Danny Welbeck, Joel Campbell, belum bisa menjadi sosok maut di depan gawang lawan. Pemain depan yang cukup impresif hanya Theo Walcott dan Alexis Sanchez. Itu pun keduanya kerap dipasang di sisi sayap. Juru gedor Meriam London masih lemah.

Satu lagi masalah klasik yang sering dialami Arsenal. Apa lagi kalau bukan cedera. Ya, cedera memang jadi salah satu penghambat Arsenal tidak juara musim ini selain konsistensi. Tidak ada yang salah dengan pemain, atau permainan. Seorang analis mengatakan bahwa ini adalah kesalahn latihan dari Arsene Wenger. Entah apa yang salah, sepertinya ketika pemain berkostum Arsenal bisa langsung langganan cedera. Sebut saja Mesut Ozil, Alexis Sanchez, bahkan seorang Danny Welbeck sekalipun yang notabene sering baik-baik saja saat masih berkostum United.

Nah, untuk lini tengah seharusnya Wenger lebih mempercayakan pilihannya pada para pemain muda. Ada nama Mohamed Elneny dan Francis Coquelin. Dua maestro lapangan tengah ini memiliki visi yang kuat dan daya juang yang lebih maut ketimbang seorang Mikel Arteta atau Mathieu Flamini. Keseragaman skill sebaiknya perlu ditingkatkan oleh Wenger, mengingat Premier League musim depan benar-benar menakutkan. Arsenal selalu dihadapkan dengan masalah konsistensi, finishing, dan badai cedera. Andai Wenger mampu menaklukkan itu semua, bukan tidak mungkin The Gunners dapat mempecundangi tim-tim lain sekelas United, City, Chelsea, bahkan Liverpool sekalipun.

www.indomonopoly.com

6. Claudio Ranieri
Sosok Claudio Ranieri belakangan jadi sorotan. Usai mengantarkan Leicester City menjuarai Premier League untuk pertama kalinya, Ranieri langsung jadi pahlawan. Dalam sejarah, Leicester City tak pernah merasakan juara. Tak heran jika spekulasi muncul bahwa The Foxes bakal mendatangkan pemain bintang makin menyeruak.

Kendati demikian, pelatih asal Italia ini menepis bahwa dirinya akan mengisi skuat Leicester dengan pemain bintang. Menurutnya, pemain bintang dapat merusak kedalaman skuat Leicester City. Baginya, pemain yang ada sudah sangat berharga. Ranieri menilai spirit pemain Leicester sudah bagus.

Namun Ranieri lupa, Liga Inggris musim depan akan sangat mengerikan. Tidak bermaksud meremehkan seorang Ranieri atau skuad The Foxes. Namun spirit saja tidaklah cukup. Strategi, kematangan taktik, konistensi, serta variasi formasi sangat diperlukan dalam sepakbola. Pep Guardiola adalah rajanya taktik, Conte rajanya skema cantik, Klopp rajanya spirit, dan Leicester tidak mungkin tetap menjaga pola yang seperti sekarang.

Jika tidak ingin membeli pemain bintang dan ingin tetap menjaga kedalaman skuad, Ranieri harus membeli pemain yang memiliki spirit yang sama.

Belum lagi tawaran dari klub-klub besar untuk pemain Leicester, macam vardy atau Mahrez. Jika saja mereka tak tergiur uang, mungkin posisi Leicester akan aman. Salah satu solusi terbaik mungkin dengan peremajaan skuad dan membuat strategi serangan bervariasi. Pasalnya, pola serangan Leicester sebenarnya bisa ditebak. Menurut data dari Whoscored.com. Ranieri kerap mengandalkan serangan dari sisi sayap, terutama sisi kanan yang dihuni oleh Mahrez. Sedangkan Drinkwater dan Kante juga memerankan playmaker yang menjanjikan. Selanjutnya diteruskan pada Jamie Vardy di lini depan. Jika tidak dilakukan perubahan variasi serangan, bukan tidak mungkin Leicester musim depan akan terseok di papan bawah.

Chelsea sudah mengalami hal ini. Musim lalu mereka juara dan di musim ini tidak banyak perubahan dari komposisi pemain serta strategi. Jose Mourinho masih tetap mengandalkan formasi dan skema yang sama. Hasilnya? Hazard meredup dan Mou dipecat.

Itulah prediksi-prediksi yang bisa disajikan dan dikutip dari berbagai sumber. Siapapun pemenangnya di musim depan, itulah yang memiliki ketepatan dalam menerapkan strategi. Tidak menunggu lawan lengahm namun membuat peluang sekecil apapun untuk meraih kemenangan.

Nah, menurut kalian, siapakah pelatih yang akan berjaya di musim depan?
Previous
Next Post »